Turnamen Domino Tinigi Cup Dorong Olahraga Asah Otak, Positif, dan Edukatif
SULTENG.NEWS -- Peringatan Hari Desa Nasional menjadi momentum strategis bagi penguatan peran desa dalam membangun aktivitas sosial yang sehat, edukatif, dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, olahraga dipandang sebagai salah satu instrumen efektif untuk memperkuat kohesi sosial sekaligus membentuk karakter masyarakat. Melalui pendekatan inilah Turnamen Olahraga Domino Desa Tinigi Cup digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Desa Nasional di Kabupaten Tolitoli.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Moh. Tang, Desa Tinigi, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli. Turnamen ini diinisiasi oleh Camat Galang Agusalim Bin Bustan selaku Ketua Panitia Peringatan Hari Desa Nasional Kabupaten Tolitoli sekaligus Ketua Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Kabupaten Tolitoli. Pelaksanaan kegiatan mendapat sambutan antusias dari masyarakat desa yang selama ini akrab dengan permainan domino sebagai hiburan rakyat. Kamis, (15/01/2026).
Dalam sambutannya, Agusalim Bin Bustan menegaskan bahwa turnamen domino ini dirancang sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat mengenai hakikat domino sebagai olahraga yang sehat, positif, dan mengasah kecerdasan. Ia menyampaikan bahwa selama ini domino kerap dipersepsikan negatif karena dikaitkan dengan praktik perjudian.
Melalui penerapan aturan yang jelas, sistem pertandingan yang tertib, serta penegakan sportivitas, domino diharapkan dapat diterima sebagai olahraga yang membangun nilai-nilai kecerdasan, kejujuran, dan kebersamaan.
Sosialisasi Domino Sebagai Olahraga Sehat, Cerdas, dan Bermartabat
Menurut Agusalim, domino bukan sekadar permainan pengisi waktu luang, melainkan olahraga berbasis strategi dan kerja sama tim. Dengan pendekatan yang terarah, olahraga ini dapat menjadi media silaturahmi antarwarga desa sekaligus memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya pengawalan berkelanjutan agar domino dapat berkembang dan diakui sejajar dengan cabang olahraga lainnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tolitoli, Samsuh M. Saleh, secara resmi membuka Turnamen Domino Tinigi Cup. Dalam sambutannya, Samsuh menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan olahraga desa yang mampu mendorong lahirnya aktivitas positif dan edukatif di tengah masyarakat.
Samsuh juga berharap turnamen ini menjadi pelopor dalam mengubah pandangan masyarakat terhadap domino dari aktivitas yang dianggap negatif menjadi olahraga yang mengedepankan kecerdasan, sportivitas, dan kebersamaan.
Lanjut menegaskan bahwa domino merupakan olahraga intelektual yang membutuhkan kemampuan berpikir logis dan analitis. Sebagai ilustrasi, ia menyampaikan bahwa juara nasional domino saat ini merupakan pasangan akademisi bergelar profesor doktor dari bidang Matematika dan Fisika di perguruan tinggi Jakarta. Fakta tersebut menunjukkan bahwa domino menuntut kemampuan analisis yang tinggi dan tidak bertumpu pada faktor keberuntungan semata.
Peran Desa dan PORDI dalam Membangun Olahraga Domino Berbasis Kebersamaan
Turnamen ini juga menjadi bagian dari upaya PORDI dalam membangun ekosistem olahraga domino yang resmi dan terstruktur. PORDI secara nasional berdiri pada 12 Desember 2019 dan berkedudukan di Jakarta, dengan kepemimpinan Kyai Dr. H. Jamaro Dul. Di Sulawesi Tengah, struktur kepengurusan PORDI telah terbentuk di 13 kabupaten dan kota, termasuk Kabupaten Tolitoli, sebagai wadah pembinaan dan pengawasan olahraga domino di daerah.
Desa Tinigi, yang relatif jauh dari hiruk pikuk perkotaan, selama ini menjadikan domino sebagai hiburan sosial yang hadir dalam berbagai aktivitas masyarakat, seperti pesta pernikahan dan pertemuan di warung-warung.
Melalui Turnamen Tinigi Cup, domino diarahkan menjadi olahraga asah otak yang kompetitif dan bermartabat. Turnamen ini diikuti oleh 150 peserta dan menghasilkan para pemenang, yakni Juara 1 Herman dan Alwi, Juara 2 Hasbullah dan Kuasa, Juara 3 Ramli dan Jus, serta Juara 4 Asman dan Hatta.
Menutup rangkaian kegiatan, Agusalim Bin Bustan menyampaikan harapannya agar pencapaian ini terus dikawal hingga domino dapat masuk dalam ajang olahraga bergengsi sebagaimana cabang olahraga lainnya.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti pengembangan olahraga domino melalui kerja sama yang lebih teknis dan berkelanjutan di masa mendatang.
HAERUDDIN.

.jpeg)
