wb_sunny

Breaking News

Abon Ikan Cakalang Tolitoli Rasa Enak Mantap Call/WA 0877-7536-5814 | Antar Jemput Galon Air Minum Sehat Segar Daerah Tondo WA 0895-3101-8571 | Kue Basah SARI RASA Terima Pesanan Kota Palu WA IG: @sarirasapalu | Bisnis Anda Ingin Dikenal Lebih Luas di Sulteng? Iklankan di Sini Sekarang! Hubungi Kita di media@medianetwork.my.id | 081288284898

Mihrab Ramadhan di Tinigi Menguatkan Tradisi Ilmu dan Tadarus Qur'an Generasi Muda

Mihrab Ramadhan di Tinigi Menguatkan Tradisi Ilmu dan Tadarus Qur'an Generasi Muda

SULTENG.NEWS --  Program MIHRAB (Majelis Ilmu Harian Ramadhan Berkah) menjadi salah satu ruang pelatihan keagamaan yang berlangsung secara konsisten di Dusun Li'u 2, Desa Tinigi, Kabupaten Tolitoli. Kegiatan ini dilaksanakan setiap ba'da Subuh di Masjid Darul Hijrah selama bulan Ramadhan, menghadirkan penguatan spiritual melalui kajian tematik dan pembiasaan ibadah berjamaah. 

Pada Ramadhan 2025, program ini mulai digagas dan kemudian berlanjut hingga Ramadhan 2026. Ketua Yayasan Kampung Hijrah Kabupaten Tolitoli, Haeruddin, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut lahir dari kebutuhan menghadirkan majelis ilmu harian yang terstruktur di tengah masyarakat. Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa Mihrab Ramadhan sangat disambut positif oleh masyarakat Desa Tinigi, khususnya warga Dusun Li'u 2. Minggu, (22/02/26)

Kegiatan MIHRAB tahun ini menghadirkan KH. Husni Mubarok Azhary, Lc, dengan tema kajian “Muhasabah Diri di Awal Ramadhan”. KH. Husni Mubarok, Lc juga menjabat sebagai Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren pada Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli. 

Pada Ramadhan 2026, ia dijadwalkan mengisi kajian pada hari-hari ganjil dan telah dua kali menyampaikan ceramah di Masjid Darul Hijrah, dengan agenda berlanjut pada sejumlah ganjil berikutnya.

Sejumlah tema telah disampaikan dalam rangkaian MIHRAB. Pada Ramadhan pertama, tema yang diangkat adalah “Jika Ini Ramadhan Terakhirku Bersama Keluarga (Muhasabah Diri di Awal Ramadhan)”. Tema selanjutnya membahas Fiqih Puasa. Sementara pada Ramadhan ke-5, direncanakan kajian bertajuk “Meraih Berkah Ramadhan dengan Istigfar, Sholat Malam, dan Membaca Al-Qur'an”.

Muhasabah diri di awal Ramadhan dijelaskan sebagai momen evaluasi niat, perbaikan kualitas ibadah wajib, dan penyucian hati agar puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga. Beberapa poin yang ditekankan meliputi evaluasi niat dan keikhlasan, perbaikan shalat lima waktu, penyusunan target ibadah seperti membaca satu juz per hari, peningkatan sedekah dan tarawih, penyucian lisan dari ghibah dan dusta, pengakuan serta penyesalan atas dosa, hingga perbaikan hubungan antarsesama (hablum minannas).

Gaya berkomunikasi KH. Husni Mubarok, Lc dinilai lembut, pelan, tidak terburu-buru, serta mudah dipahami. Hal tersebut disampaikan oleh Ikhwan, salah satu muridnya semasa di MA Al-Khairat Kalangkangan, ketika ia mengajar mata pelajaran Bahasa Arab.

Tadarus Al-Qur'an(Foto.Husain.Sulteng.news)

Selain kajian Subuh, pembinaan generasi muda juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Haeruddin yang juga menjabat sebagai Ketua Remaja Islam Masjid (Risma) di Masjid Darul Hijrah secara rutin memberikan penguatan kepada remaja masjid usai tadarus setelah shalat Tarawih. Ia menekankan pentingnya menjadi generasi kampung yang memberi dampak bagi masjid dengan penuh keikhlasan, memakmurkan masjid, serta saling mendukung satu sama lain.

Sejalan dengan itu, Rahmat selaku Sekretaris Pemuda Kampung Hijrah menambahkan bahwa tadarus ba'da Tarawih merupakan rutinitas yang wajib dijaga selama Ramadhan. Menurutnya, kebiasaan tersebut perlu dirawat agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dengan pelaksanaan yang konsisten sejak tahun 2025 hingga 2026, MIHRAB menjadi wadah pelatihan keagamaan berbasis masjid yang terjadwal, menghadirkan kajian tematik serta penguatan tradisi ibadah berjamaah di masyarakat lingkungan Dusun Li'u 2, Desa Tinigi.

HASMAN DWIPANGGA

Tags

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama