Silaturahmi di Malam Ramadhan, Bupati Tolitoli Sampaikan Filosofi Pemimpin Berintegritas
SULTENG.NEWS -- Silaturahmi antara unsur masyarakat dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi pembangunan sosial dan keagamaan. Dalam konteks itulah, kunjungan Pemuda Kampung Hijrah Dusun Li'u 2 Desa Tinigi ke kediaman Bupati Tolitoli pada Senin malam, berlangsung dalam suasana hangat dan penuh dialog konstruktif. Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Bupati Hi. Amran Hai. Yahya.
Haeruddin, Ketua Yayasan Kampung Hijrah Kabupaten Tolitoli, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan sejumlah agenda kegiatan masyarakat di Desa Tinigi. Ia didampingi Rahmat sebagai sekretaris yayasan. Selasa, (03/03/26).
Pada awal perbincangan, Bupati menyinggung agenda Pemilihan Kepala Desa yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang. Ia menanyakan perkembangan kandidat yang akan maju. Haeruddin menjelaskan bahwa hingga saat ini nama-nama yang diusulkan belum bersifat final.
Dalam dialog tersebut, Bupati sempat menyarankan agar Haeruddin mempertimbangkan untuk maju sebagai calon kepala desa. Namun, Haeruddin menyampaikan bahwa dirinya baru dilantik sebagai pegawai paruh waktu pada tahun ini dan ditugaskan di sebuah sekolah dasar di Lakatan.
Usai pelaksanaan salat tarawih, pembicaraan berlanjut pada agenda kunjungan utama. Haeruddin memaparkan program Ramadhan Mubarak yang akan dilaksanakan di Masjid Darul Hijrah, Dusun Li'u 2, Desa Tinigi. Dalam kesempatan itu, ia secara resmi mengundang Bupati Tolitoli untuk hadir pada pembukaan Festival Anak Islami se-Kecamatan Galang.
Menurut Haeruddin, festival tersebut dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih 2-3 hari. Hari Jumat direncanakan sebagai seremoni pembukaan, sementara pelaksanaan lomba diadakan pada hari Sabtu-Minggu. Kegiatan ini melibatkan peserta dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP/MTs sederajat.
Adapun cabang lomba yang dipersiapkan meliputi hafalan surah pendek, doa-doa harian, hifzil, lomba bertutur kata Islami, ceramah agama, serta azan. Untuk tingkat PAUD, fokus perlombaan ditekankan pada hafalan doa harian. Sementara untuk tingkat SD dan SMP/MTs, cabang lomba relatif sama, dengan penyesuaian materi dan tingkat kesulitan sesuai kebutuhan masing-masing jenjang pendidikan.
Bupati menyambut baik inisiatif tersebut dan memberikan apresiasi atas upaya masyarakat dalam menghadirkan kegiatan positif bagi generasi muda di wilayah Tinigi, yang merupakan bagian dari tanggung jawab kepemimpinannya di Kabupaten Tolitoli.
Dalam pertemuan itu, Bupati juga menyampaikan wejangan tentang makna kepemimpinan. Ia mengibaratkan seorang pemimpin seperti memiliki “kunci inggris” yang dapat membuka berbagai persoalan. Menjadi seorang pemimpin bukan sekadar memiliki satu kunci. Kalau bisa, seorang pemimpin mempunyai kunci inggris yang bisa membuka apa saja.
Kalau hanya satu kunci biasa saja, akan sulit kalau ada permasalahan di tengah masyarakat dan tidak bisa terselesaikan. Kalau seorang pemimpin memiliki kunci inggris, pasti selalu punya solusi dan jalan keluar,” ujarnya.Ia menambahkan bahwa pemimpin juga tidak mudah dipengaruhi oleh pihak mana pun.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati menceritakan perjalanan kariernya sejak remaja yang aktif bersosialisasi di tengah masyarakat. Pada usia 30 tahun, ia telah dipercaya menjabat sebagai kepala desa. Ia mengisahkan pengalamannya saat memimpin Desa Soni pada tahun 2000, termasuk kebijakan tegas terkait ternak pembohong yang mengganggu perekonomian warga.
Ketika sapi yang dilihatnya ternyata miliknya sendiri, ia tetap diperintahkan penyembelihan sesuai maklumat yang telah dikeluarkan. “Kita sebagai pemimpin tidak boleh bicara dua kali. Apa yang pertama kita katakan, itu yang harus kita lakukan,” tuturnya.
.jpeg)
