wb_sunny

Breaking News

Abon Ikan Cakalang Tolitoli Rasa Enak Mantap Call/WA 0877-7536-5814 | Antar Jemput Galon Air Minum Sehat Segar Daerah Tondo WA 0895-3101-8571 | Kue Basah SARI RASA Terima Pesanan Kota Palu WA IG: @sarirasapalu | Bisnis Anda Ingin Dikenal Lebih Luas di Sulteng? Iklankan di Sini Sekarang! Hubungi Kita di media@medianetwork.my.id | 081288284898

Langkah Dakwah Agus Salim bangun Rumah Quran Pulau Kabetan

Langkah Dakwah Agus Salim bangun Rumah Quran Pulau Kabetan


SULTENG.NEWS -- 
Kunjungan dakwah Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Tengah, Ust. Sarmadani, ke wilayah binaan di Kabupaten Tolitoli. Menegaskan kembali komitmen organisasi dalam memperkuat pelatihan keumatan di daerah terpencil. Kunjungan ini menjadi agenda pertama beliau setelah resmi dilantik sebagai pimpinan wilayah. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Desa Kabetan, lokasi perintisan dakwah yang dijalankan oleh dai muda Agus Salim bersama keluarganya. Tolitoli. (9/12/2025)

Agus Salim, dai yang ditugaskan di Cabang Hidayatullah Desa Kabetan sekaligus Petugas DPC Hidayatullah Kabetan, merupakan salah satu dai muda yang aktif menggerakkan kegiatan dakwah dan masyarakat pendidikan setempat. Lahir di Pattiro, Jeneponto, pada tanggal 8 Agustus 1992, menerima Surat Keputusan dari DPD Hidayatullah Tolitoli untuk mengemban amanah dakwah di wilayah tersebut. Sejak Maret 2025, bersama istrinya Dewi Sartika dan dua anak mereka, Inayah Salsabila (3 tahun) dan Ibrahim Al Hafidz (1 tahun), Agus memilih menetap di Pulau Kabetan, Desa Kabetan, Dusun Butun, Kecamatan Ogodeide, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Dalam keterangannya, Agus menjelaskan bahwa pada lokasi perintisan dakwah itu ia menerima sebidang tanah wakaf seluas 26 x 87 meter yang berada di sisi barat pantai Pulau Kabetan. Tanah tersebut merupakan wakaf dari Hj. Nur Aini Andi Millang. Ayah beliau, Andi Millang, dikenal sebagai salah satu tuan tanah di pulau tersebut. Wakaf ini kemudian menjadi landasan awal pembangunan kegiatan dakwah di daerah yang sebelumnya belum memiliki sarana pembinaan keagamaan yang memadai.

Untuk memulai gerakan dakwahnya, Agus membangun gubuk kayu berukuran 3 x 3 meter di atas tanah wakaf tersebut. Bangunan sederhana itu berfungsi sebagai tempat tinggal sementara, ruang istirahat, lokasi mengajar ngaji, menerima tamu, serta pusat seluruh aktivitas keluarga dan layanan dakwah. Kondisi yang serba terbatas tidak menghalangi upayanya merintis pelatihan masyarakat, terutama bagi anak-anak dan remaja.

Agus mengawali pengabdiannya melalui pendirian Rumah Quran yang menjadi wadah pembelajaran dasar-dasar Al-Qur'an bagi masyarakat setempat. Program ini menjadi pintu masuk bagi penguatan nilai-nilai keagamaan dan sosial di lingkungan Pulau Kabetan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari rencana jangka panjang pembangunan pusat pendidikan Islam di wilayah tersebut.

Ke depan, di atas lahan wakaf itu direncanakan pembangunan Pondok Pesantren Tahfidz untuk anak-anak di Pulau Kabetan dan wilayah sekitarnya. Pendirian pesantren tersebut diharapkan memperluas jangkauan pendidikan keagamaan, meningkatkan kualitas pembinaan, serta menciptakan generasi muda yang memiliki kemampuan membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur'an.

Kunjungan Ust. Sarmadani menjadi momentum penting untuk melihat langsung kondisi perintisan dakwah serta memberikan dukungan moral dan kelembagaan kepada para dai yang bertugas di lapangan. Kehadiran pemimpin wilayah tersebut juga menunjukkan perhatian terhadap dakwah kerja-kerja yang berlangsung dalam keterbatasan, namun memiliki dampak besar bagi masyarakat terpencil.

Melalui langkah-langkah ini, perintisan dakwah di Pulau Kabetan diharapkan menjadi model pengembangan komunitas berbasis pendidikan dan penguatan nilai-nilai keagamaan yang berkelanjutan, dengan kontribusi para dai muda seperti Agus Salim yang bekerja secara konsisten dan terarah.

SUAIB.  adalah penulis sekaligus ketua pemuda Hidayatullah Sulteng dan guru Hidayatullah Palu, serta Jurnalistik Sulteng.news

Tags